Rabu, 10 April 2013

BIODEGRADASI SENYAWA HIDROKARBON



BIODEGRADASI SENYAWA HIDROKARBON
Dosen Pengampu : Dr.Syamsurizal,M.Si
Assalamu’alikum WR WB….
            salam sejahtera bagi kita semua khususnya teman-teman dari kelas pendidikan kimia reguler mandiri 2011.pertemuan  kita kali ini pada mata kuliah KIMIA ORGANIK2 ,yaitu membahas tentang BIODEGRADASI SENYAWA HIDROKARBON.berikut artikel yang dapat saya bagi mengenai hal tersebut yang saya dapat dari berbagai sumber.
Biodegradasi adalah perombakan/penguraian bahan (senyawa) organik oleh mikroorganisme.biodegradasi dapat dilakukan  dengan memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri,jamur,maupun alga.dengan kata lain biodegradasi merupakan  proses perombakan senyawa organik kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana oleh aktifitas mikroorganisme. Bahan organik bisa didegradasikan secara aerob dengan oksigen atau secara anaerob tanpa oksigen. mikroba yang dimanfaatkan sebagai pendegradasi harus mampu menghasilkan enzim oksigenase yang dapat mengoptimalkan hubungan permukaan sel mikroba dengan bahan pencemar melalui interaksi hidrofobik.
disini saya ingin menjelaskan tentang Biodegradasi untuk menghilangkan/mengurangi dampak (pencemaran) tumpahan minyak.
Minyak bumi termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) jika mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) no. 85 tahun 1999.
Pencemaran minyak bumi dapat berasal dari tumpahan dan ceceran minyak bumi selama kegiatan pengeboran, produksi, pengilangan, dan transportasi minyak bumi sehingga mengakibatkan gangguan pada keseimbangan ekosistem air, tanah, maupun laut. Peningkatan frekuensi pencemaran akan mengancam kebersihan lingkungan. Bila hal ini tidak segera ditanggulangi, pencemaran akan menjadi tidak terkendali dalam waktu yang singkat.
 Salah satu kontaminan yang sulit diurai adalah senyawa hidrokarbon yang berasal dari minyak bumi atau lumpur minyak bumi. Senyawa ini dapat bersifat toksik apabila terakumulasi dalam tanah.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran minyak bumi. Salah satu cara penanggulangan limbah minyak bumi adalah dengan metode bioremediasi. Dua pendekatan yang dapat digunakan dalam bioremediasi tumpahan minyak adalah bioaugmentasi yaitu mikroorganisme pengurai ditambahkan untuk melengkapi populasi mikroba yang telah ada, dan biostimulasi yaitu pertumbuhan pengurai hidrokarbon asli dirangsang dengan cara menambahkan nutrien dan/atau mengubah habitat. Proses degradasi yang dilakukan oleh bakteri secara alami memerlukan waktu yang relatif lama karena pengaruh faktor-faktor tertentu. Kecepatan biodegradasi minyak oleh bakteri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti konsentrasi bahan pencemar, konsentrasi biomassa, keragaman populasi, aktivitas enzim, ketersediaan oksigen, suhu yang optimal untuk biodegradasi yaitu sekitar 30-40°C, pH yang berkisar antara 6,5 – 7,5 dan ketersediaan nutrisi untuk perkembangan bakteri seperti nitrogen dan fosfor. Hasil seleksi mikroba pendegradasi dari Indonesia Center for Biodiversity and Biotechnology (ICBB) menyebutkan beberapa jenis mikroba yang dapat mendegradasi minyak bumi yaitu jenis Klebsiella planticola ICBB1, Bacillus thuringiensis ICBB2, Brevibacillus choshinensis ICBB 3, Bacillus thuringiensis ICBB4, Bacillus fusiformis ICBB5, Bacillus fusiformis ICBB6, Burkholderia norimbergensis ICBB7.
Mikroba-mikroba ini mampu mendegradasi senyawa hidrokarbon dengan memanfaatkan senyawa tersebut sebagai sumber karbon dan energi yang diperlukan bagi pertumbuhannya. Mikroorganisme ini memiliki kemampuan mengoksidasi hidrokarbon dan menjadikan hidrokarbon sebagai donor elektronnya sehingga dapat berpartisipasi dalam pembersihan tumpahan minyak dengan mengoksidasi minyak bumi menjadi gas karbon dioksida ( ) dan bioproduk seperti asam lemak, gas, surfaktan, dan biopolimer. tidak dapat ditentukan secara pasti seberapa besar kemampuan bakteri mendegradsi minyak bumi karena setiap bakteri memiliki kemampuan mendegradasi minyak bumi yang berbeda-beda dan juga kecepatan degradasi sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Seperti penambahan nutrien pada mikroba alami yang hidup pada areal yang tercemar minyak dapat menurunkan konsentrasi minyak sebesar 36,61% dari konsentrasi awal dalam waktu 6 minggu.
Hidrokarbon yang terkandung didalam minyak bumi digunakan oleh mikroba sebagai substrat. Sebelum digunakan sebagai sumber karbon, hidrokarbon harus dipecah terlebih dahulu melalui proses oksidasi yang melibatkan oksigen sebagai akseptor electron. Oksigen ini berperan dalam metabolisme seluler yaitu sebagai reaktan pada proses anabolisme dan katabolisme. Enzim yang berperan dalam proses degradasi hidrokarbon adalah enzim oksigenase. Monooksigenase mengkatalis masuknya satu atom kedalam senyawa organik. Oksigen yang bergabung dengan senyawa organik dalam bentuk hidroksil (OH) dan satu atom oksigen lainya membentuk molekul air. Aktivitas enzim monooksigenase sebagai katalis masuknya gugus OH dalam senyawa organik disebut juga enzim hidroksilase.
PERMASALAHAN:
Dari artikel di atas,saya menemukan beberapa masalah yaitu: Mengapa Senyawa hidrokarbon yang berasal dari minyak dapat bersifat toksik apabila terakumulasi dalam tanah…?
Mohon kepada teman-teman agar dapa membantu saya dalm memecahkan masalah tersebut.
Terima kasih
Wassalam…

3 komentar:

  1. Saya akan membantu menjawab permasalahan saudara abdoen. Menurut saya Mengapa Senyawa hidrokarbon yang berasal dari minyak dapat bersifat toksik apabila terakumulasi dalam tanah hal ini dikarenakan bahwa efek toksit dari senyawa hidrokarbon ini berlansung melalui larutnya lapisan lemak yang menyusun membran sel, sehingga dapat menyebabkan hilangnya cairan sel dan bisa menyebabkan kematian pada sel.
    Terima kasih, semoga jawaban saya dapat mmembantu,,,,,

    BalasHapus
  2. menurut saya:
    Mengapa Senyawa hidrokarbon yang berasal dari minyak dapat bersifat toksik apabila terakumulasi dalam tanah
    karena bahwa efek toksit dari senyawa hidrokarbon ini berlansung melalui larutnya lapisan lemak yang menyusun membran sel, sehingga dapat menyebabkan hilangnya cairan sel dan bisa menyebabkan kematian pada sel.
    itulah yang menyebabkan bersifat toksik atau berbahaya di dalam tanah bagi mikroba-mikroba yang ada di tanah

    BalasHapus
  3. menurut saya,kita tahu bahwa Tanah merupakan komponen penting dalam hidup kita. Tanah berperan penting dalam pertumbuhan makhluk hidup, serta memelihara ekosistem dan siklus air. Kasus pencemaran tanah terutama disebabkan oleh pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat, kebocoran limbah cair industri atau fasilitas komersial, kecelakaan kendaraan pangangkut minyak, zat kimia, atau limbah yang tumpah ke permukaan tanah. Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, ia dapat menguap, tersapu air hujan, atau masuk ke dalam tanah. Pencemar yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah.

    BalasHapus