ESTER DAN AN HIDRIDA ASAM
Assalamu’alikum WR WB….
salam sejahtera bagi kita semua khususnya teman-teman dari kelas pendidikan kimia reguler mandiri 2011.pertemuan kedua kita pada mata kuliah KIMIA ORGANIK II,yaitu membahas tentang ESTER DAN AN HIDRIDA ASAM berikut artikel yang dapat saya bagi mengenai ester dan anhidrida asam yang saya dapat dari berbagai sumber.
salam sejahtera bagi kita semua khususnya teman-teman dari kelas pendidikan kimia reguler mandiri 2011.pertemuan kedua kita pada mata kuliah KIMIA ORGANIK II,yaitu membahas tentang ESTER DAN AN HIDRIDA ASAM berikut artikel yang dapat saya bagi mengenai ester dan anhidrida asam yang saya dapat dari berbagai sumber.
ESTER
Ester merupakan kelompok senyawa organik yang memiliki rumus umum RCOOR1. Ester termasuk turunan asam karboksilat yang gugus –OH dalam rumus RCOOH diganti oleh gugus –OR
Ester yang memiliki 3 sampai 5 atom karbon dapat larut dalam air dan selebihnya tidak larut dalam air. Ester merupakan kelompok senyawa organik yang memiliki aroma yang wangi seperti bunga dan buah sehingga banyak digunakan sebagai pengharum (essence), sarirasa dalam industri makanan dan minuman. Ester yang digunakan biasanya yang berwujud cair pada suhu kamar.
Titik leleh dan titik didih ester lebih rendah dibanding asam karboksilat dan. Hal ini disebabkan dalam ester tidak terbentuk ikatan hidrogen antarmolekulnya sedangkan pada alkohol dan asam karboksilat terjadi ikatan hydrogen antarmolekulnya. Adanya ikatan hidrogen inilah yang menyebabkan titik leleh dan titik didih alkohol asalnya lebih tinggi.
AN HIDRIDA ASAM
Asam karboksilat seperti asam etanoat memiliki struktur sebagai berikut:

Jika anda mengambil dua molekul asam etanoat dan menghilangkan sebuah molekul air diantara kedua molekul tersebut (lihat gambar berikut) maka akan diperoleh anhidrida asam, yakni anhidrida etanoat (nama lama: anhidrida asetat).

Sebenarnya kita bisa membuat anhidirida etanoat dengan mendehidrasi asam etanoat, tetapi anhidrida ini biasanya dibuat dengan cara yang lebih efisien dan lebih sederhana
Anhidrida etanoat merupakan cairan yang tidak berwarna dengan bau yang sangat mirip dengan asam cuka (asam etanoat).
Kelarutan dalam air
Anhidrida etanoat tidak bisa dikatakan larut dalam air karena dia bereaksi dengan air menghasilkan asam etanoat. Tidak ada larutan cair dari anhidrida etanoat yang terbentuk.
Titik didih
Anhidrida etanoat mendidih pada suhu 140°C. Titik didih cukup tinggi karena memiliki molekul polar yang cukup besar sehingga memiliki gaya dispersi van der Waals sekaligus gaya tarik dipol-dipol.
Akan tetapi, anhidrida etanoat tidak membentuk ikatan hidrogen. Ini berarti bahwa titik didihnya tidak sama tingginya dengan titik didih asam karboksilat yang berukuran sama. Sebagai contoh, asam pentanoat (asam yang paling mirip besarnya dengan anhidrida etanoat) mendidih pada suhu 186°C.
PERMASALAHAN
Dari artikel di atas dikatakan bahwa ester termasuk turunan dari asam karboksilat yang gugus –OH dalam rumus RCOOH nya diganti oleh gugus –OR
Bagaimana/mengapa gugus –OH dalam rumus RCOOH nya dapat diganti oleh gugus –OR.dan pada kondisi apa sehingga gugus –OH itu dapat diganti dengan gugus –OR.
Terimakasih…
Wassalam..
menurut saya :
BalasHapusgugus –OH dalam rumus RCOOH nya dapat diganti oleh gugus –OR.karena Reaksi senyawa karbon dapat terjadi dengan berbagai cara, seperti reaksi substitusi, reaksi adisi dan reaksi eliminasi.Reaksi substitusi Reaksi substitusi atau disebut reaksi pertukaran gugus fungsi terjadi saat atom atau gugus atom dari suatu senyawa karbon digantikan oleh atom atau gugus atom lain.
sebelumnya terimakasih kepada saudari nofi..
Hapusberarati penggantin gugus -OH oleh gugus -OR terjadi karena saat atom atau gugus atom dari suatu senyawa karbon digantikan oleh atom atau gugus atom lain dan dapat terjadi dengan berbagai cara.
SAUDARA ABDUNN... MENURUT SAYA,, gugus –OH dalam rumus RCOOH nya dapat diganti oleh gugus –OR KARENA ESTER TERMASUK SUSUNAN ASAM KARBOKSILAT.
BalasHapusMAKASIH...
terima kasih saudari bunga...
Hapustapi saya kurang faham akan penjelasan anda
mungkin bisa dijelaskan lagi..
menurut pendapat saya, karena karena hal itu bisa terjadi dikarenakan adanya reaksi transsesterifikasi yaitu:
BalasHapusJika suatu ester direaksikan dengan suatu alkohol maka akan diperoleh ester baru dan alkohol baru. begitu juga pada asam karboksilat. Reaksi ini disebut reaksi transesterifikasi yang dapat berlangsung dalam suasana asam dan basa mengikuti pola umum berikut ini.
RCOOR1 + R”OH ↔ RCOOR” + R1OH
Reaksi diatas disebut transesterifikasi karena terjadi pertukaran antara gugus alkil dalam –OR1 pada ester dengan gugus alkil dalam ikatan R”O.
terimakaih kepada saudari welia atas penjelasan nya..
HapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan saudara.hal itu terjadi karena hidrolisis amida terjadi sebagai hasil serangan nukleofilik pada karbon gugus karbonil dan pemecahan lebih lanjut ikatan ikatan tunggal karbon-oksigen atau karbon nitrogen.kabon pada gugus karbonil lebih positif dari pada yang diperkirakan akibat tingginya elektronegativitas oksigen yng didekatnya.pembagian electron-elektro yang tidak seimbang menyebabkan terjadinya polarisasi ikatan sehinnga karbon bermuatan positif parsial sedngkan oksigen bermuatan negative parsial.
BalasHapus